Setiap selesai shalat Maghrib dan pada malam hari, baca surat Al Fatihah, Al-ikhlas, Al-Falaq, An-naas, Ayat Kursi dan di lanjutkan dengan membaca amalan ini :

“Walau anna qur’anan suyyirat bihil jibalu au khuti’at bihil ardhu au kullima, bihil mauta bal lillahil amru jami’a. la haula wala quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adziim”

Hal yang terpenting dan yang tersulit dalam melakukan amalan ini adalah bahwa semua bacaan (Al fatihah,Al-Ikhlas,Al-Falaq,An-naas,Ayat Kursi, dan juga amalan “walau anna qur’anan….dst) harus di baca dalam SATU TARIKAN DAN TAHANAN NAFAS. Akan lebih baik lagi apabila di awali dengan puasa biasa( puasa seperti bulan ramadhan) selama 3 hari sebelum melakukan amalan di atas. Dan perlu di ingat bahwa selama masa penyerapan ilmu ini, para sedulur di larang untuk :

* Berzinah,

* Melihat, membaca, atau membuat sesuatu yang sifatnya menimbulkan nafsu syahwat / birahi,

* Minum minuman keras,

* Dan segala bentuk pelanggaran kaidah keagamaan.

Apabila ingin melihat sesuatu yang bersifat ghaib di awali dengan membaca semua bacaan di atas lalu berdzikir dengan bacaan “Ya Allah Yaa khobir”.

Kebanyakan mereka yang berhasil mengamalkan ilmu-ilmu ghaib adalah mereka yang ketika membaca wirid, hanyut dalam keheningan dzikir mereka. Entah di sadari atau tidak, semua organ tubuh, pikiran,jiwa dan raganya menjadi lebih tenang mengendap ke dalam rasa. Dan pada saat itulah terjadi sesuatu yang di sebut sebagai “loncatan fungsi indera”.

Jadi bukan mereka yang telah menyelesaikan bacaan wirid sekian ribu kali, yang akan berhasil. Tapi sekali lagi, mereka yang bisa mengendapkan pikiran,jiwa dan raga mereka ke dalam keheningan dzikir yang sejatilah yang nantinya akan berhasil menguasai berbagai ilmu ghaib.

About these ads